Dalam dunia politik yang penuh intrik dan manuver, tidak jarang kita mendengar kisah-kisah tentang tokoh-tokoh politik yang terpinggirkan atau terlupakan. Salah satu kisah terbaru adalah tentang Ariza Patria, seorang politisi yang namanya tidak asing lagi di panggung politik Indonesia.
Geopolitik merupakan konsep yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dengan ruang hidupnya, yang dikaitkan dengan wilayah, penduduk, iklim serta bahasa yang berkaitan dengan aktivitas dan sejarah.
Di tengah semakin dekatnya Pemilu 2024, peta politik Indonesia kembali diwarnai oleh perubahan signifikan dalam kepemimpinan partai politik besar, khususnya Partai Golkar. Mundurnya Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum Golkar pada 10 Agustus 2024 telah menggemparkan dunia politik tanah air.
Indonesia merupakan negara berkembang besar akan jumlah penduduk dan luas wilayah. Tentunya sangat berdampak terhadap perekonomin dan pemerataan Pembangunan di seluruh wilayah
Dalam dinamika politik modern, isu etika politik dan politik yang beretika menjadi semakin relevan untuk dibahas. Etika politik merujuk pada prinsip-prinsip moral yang seharusnya membimbing perilaku politik
Laut China Selatan (LCS) adalah kawasan yang selalu menjadi perhatian dunia. Mengutip Hendrajit dkk (2018) yang menyatakan bahwa Laut China Selatan yang memiliki peran vital dalam pergeseran geopolitik global
Moloku Kie Raha (Maluku Utara) atau yang biasa dikenal sebagai kesultanan “empat gunung” memiliki sejarah peradaban yang panjang. Sebelum tergabung dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Maluku Utara telah menjadi magnet bagi bangsa Eropa dan telah menjadi kiblat perdagangan rempah-rempah dunia.




















